5 Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo yang Tak Segan Mengkritiknya, Nomor 1 Baru Pindah Klub!

Cristiano Ronaldo merupakan salah satu pesepakbola terhebat

sepanjang sejarah. Dengan berbagai pencapaian, lima Ballon d’Or, dan rekor gol yang menakjubkan, dia telah berkarir di klub-klub besar seperti Manchester United, Real Madrid, Juventus, dan saat ini Al Nassr.

Meski memiliki banyak penggemar dan rekan setim yang

mengaguminya, ada juga sejumlah mantan rekan satu tim yang tidak ragu untuk mengkritik sikap atau cara bermainnya. Beberapa dari mereka secara terbuka menyampaikan ketidaksukaannya terhadap megabintang asal Portugal tersebut.
Siapa saja mereka? Berikut adalah 5 mantan rekan setim Cristiano Ronaldo yang pernah memberikan kritik tajam!
Raphael Varane – Baru Pindah Klub!
Raphael Varane merupakan salah satu bek terbaik yang pernah bermain bersama Ronaldo di Real Madrid. Bersama-sama, mereka meraih banyak trofi, termasuk empat Liga Champions. Namun, setelah Ronaldo kembali ke Manchester United pada tahun 2021, hubungan mereka tidak seharmonis sebelumnya.
Varane dilaporkan merasa tidak puas dengan suasana tim setelah kedatangan Ronaldo, yang dianggapnya memberikan tekanan berlebih ke ruang ganti. Dalam sebuah wawancara, Varane pernah mengungkapkan bahwa Ronaldo adalah pemain hebat, tetapi hadirnya bisa mengganggu dinamika tim.
Baru-baru ini, Varane telah resmi meninggalkan Manchester United setelah tidak lagi menjadi pilihan utama Erik ten Hag. Meskipun tidak secara langsung menyerang Ronaldo, pernyataan Varane menggambarkan bahwa ia tidak sepenuh hati dengan peran Ronaldo di dalam tim.
Wayne Rooney – Kritik Pedas Mantan Rekan di Manchester United
Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo pernah membentuk kombinasi menyerang yang mematikan di Manchester United antara tahun 2004-2009. Namun, hubungan mereka mengalami pasang surut setelah sekian lama.
Rooney sering memberikan kritik pedas kepada Ronaldo, terutama setelah kembalinya CR7 ke Old Trafford. Pada beberapa kesempatan, Rooney menyatakan bahwa Ronaldo tidak lagi berada di puncak performanya dan tidak sesuai dengan gaya permainan Manchester United.

Bahkan, ketika Ronaldo melakukan wawancara kontroversial

dengan Piers Morgan pada tahun 2022, ia menyinggung Rooney dan menyebut bahwa mantan rekannya itu cemburu karena masih bermain di level tertinggi.
Leonardo Bonucci – Ketegangan di Juventus
Ketika Ronaldo bergabung dengan Juventus pada tahun 2018, ia diharapkan dapat membawa kejayaan di Liga Champions. Namun, kenyataannya justru berbeda. Meskipun tampil mengesankan, Ronaldo tidak mampu mengantar Juventus melewati perempat final UCL.
Leonardo Bonucci, yang menjabat sebagai kapten Juventus, pernah mengungkapkan bahwa kehadiran Ronaldo membuat tim terlalu tergantung padanya. Ia menyatakan bahwa Juventus kehilangan keseimbangan karena seluruh permainan terfokus pada Ronaldo, sehingga strategi tim tidak berjalan maksimal.
Setelah Ronaldo pergi ke Manchester United pada tahun 2021, Bonucci juga menekankan bahwa Juventus kembali menjadi tim yang lebih solid tanpa ketergantungan yang berlebihan pada satu pemain.
Gary Neville – Kritikan Tajam untuk Sikap Ronaldo
Sebagai legenda Manchester United, Gary Neville merupakan salah satu orang yang dulu sering memuji Ronaldo. Namun, setelah kepindahan Ronaldo ke Al Nassr dan sejumlah kontroversi di United, Neville tidak ragu untuk mengkritiknya.
Neville menyoroti bagaimana Ronaldo menunjukkan sikap tidak profesional di Manchester United, termasuk saat ia menolak untuk masuk sebagai pemain pengganti dan meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir.
Dalam beberapa analisis di Sky Sports, Neville bahkan menyatakan bahwa Ronaldo seharusnya menerima kenyataan bahwa ia sudah tidak berada di puncak permainannya, bukannya terus membuat drama di klub.

Casemiro – Sindiran Halus di Real Madrid

Casemiro dan Ronaldo merupakan komponen dari tim sukses Real Madrid yang menguasai Eropa pada era 2010-an. Namun, setelah Ronaldo pindah ke Juventus, Casemiro dengan halus menyatakan bahwa Real Madrid justru lebih bersatu setelah kepergiannya.
Walaupun tidak secara eksplisit menyerang Ronaldo, Casemiro menegaskan bahwa tim tetap tangguh tanpa harus bergantung pada satu pemain. Ini seolah menunjukkan bahwa Ronaldo terlalu mendominasi dan kadang-kadang menghalangi perkembangan pemain lainnya.
Casemiro sendiri sekarang bermain untuk Manchester United, dan banyak yang berasumsi bahwa ia mungkin juga tidak terlalu bahagia saat Ronaldo masih berada di klub tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *