Abdul Kadir: Legenda Sepak Bola Indonesia

Abdul Kadir, yang dikenal dengan julukan “Si Kancil” karena

kelincahannya, merupakan salah satu simbol sepak bola Indonesia yang namanya masih diingat hingga sekarang. Dengan karier yang cemerlang di tingkat nasional maupun internasional, Kadir meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola di negeri ini.
Awal Karier dan Julukan “Si Kancil”
Lahir pada 27 Desember 1948 di Denpasar, Bali, Abdul Kadir menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap sepak bola sejak kecil. Ia memulai karirnya bersama klub Assyabaab Surabaya, sebelum akhirnya bergabung dengan Pardedetex Medan pada tahun 1968. Kecepatan dan kelincahannya saat mengolah bola membuatnya mendapatkan julukan “Si Kancil”, yang mencerminkan gaya bermainnya yang gesit dan lincah.

Karier Klub yang Gemilang

PSMS Medan
Pada tahun 1968, Kadir bergabung dengan PSMS Medan dan berhasil membantu klub tersebut meraih titel juara Perserikatan musim 1969-1971. Selama periode ini, ia bermain bersama beberapa pemain top Indonesia lainnya, menjadikan PSMS sebagai kekuatan dominan di liga sepak bola nasional.

Persebaya Surabaya

Setelah sukses di Medan, Kadir kembali ke Jawa Timur dan bergabung dengan Persebaya Surabaya pada tahun 1971. Bersama Persebaya, ia meraih gelar juara Perserikatan musim 1978 dan memenangkan tiga Piala Surya secara beruntun dari 1975 hingga 1977. Selama berkostum Persebaya, Kadir mencatatkan 107 penampilan dan mencetak 85 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub tersebut.

Arseto dan Perkesa 78

Pada tahun 1979, Kadir bergabung dengan Arseto dan membuat sejarah sebagai pencetak gol pertama dalam kompetisi Galatama. Setelah satu musim, ia berpindah ke Perkesa 78 dan bermain hingga tahun 1982 sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun.

Karier Internasional dan Prestasi

Debut Kadir di tim nasional Indonesia berlangsung pada tahun 1965 saat mengikuti GANEFO di Pyongyang, Korea Utara, pada umur 16 tahun. Ia kemudian menjadi andalan timnas dari tahun 1967 hingga 1979, mencatatkan 111 penampilan dan mencetak 70 gol, menjadikannya pemain dengan caps dan gol terbanyak dalam sejarah tim nasional Indonesia.

Prestasi Internasional

Bersama timnas, Kadir meraih beberapa gelar bergengsi, antara lain:
King’s Cup 1968: Turnamen yang berlangsung di Thailand ini berhasil dimenangkan oleh Indonesia dengan kontribusi yang signifikan dari Kadir.

Turnamen Merdeka 1969: Indonesia berhasil menjadi juara dalam

turnamen yang diselenggarakan di Malaysia ini, dengan Kadir sebagai salah satu pemain kunci.

Pesta Sukan 1972: Di Singapura, Kadir membantu Indonesia meraih gelar juara dalam acara ini.

Selain itu, Kadir bersama teman-temannya pernah mengalahkan

Jepang dengan skor 7-0 pada tahun 1968, sebuah momen manis yang menunjukkan dominasi Indonesia di Asia pada masa itu.

Gaya Bermain dan Penghargaan

Sebagai seorang winger, Kadir dikenal karena kecepatannya, dribbling, dan kemampuannya menciptakan peluang. Posturnya yang relatif rendah (1,60 m) justru menjadi keunggulan, memudahkannya untuk bergerak lincah di lapangan. Kemampuannya sering kali dibandingkan dengan legenda Brasil, Pelé, dan ia pernah terpilih sebagai bagian dari Asian All Stars pada tahun 1968.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *