Arsenal sedang berusaha keras di Premier League musim ini,
namun pencarian gelar masih belum berakhir. Meskipun mereka kehilangan poin dari pemimpin klasemen, sejarah menunjukkan bahwa beberapa tim pernah berhasil mengejar selisih besar dan menjadi juara.
Jika The Gunners ingin tetap berkompetisi, mereka bisa
mengambil inspirasi dari tim-tim yang sebelumnya sukses melakukan comeback hebat di liga Inggris. Berikut adalah beberapa contoh selisih poin terbesar yang berhasil dikejar di Premier League.
Manchester United (1995/96) – Selisih 12 Poin
Pada musim 1995/96, Manchester United sempat tertinggal 12 poin dari Newcastle United di puncak klasemen. Banyak yang berpikir gelar juara sudah pasti menjadi milik The Magpies.
Namun, Sir Alex Ferguson menunjukkan bahwa mental juara adalah segalanya. Dengan konsistensi dan mental yang kuat, United berhasil menyalip Newcastle dan menjadi juara liga. Kekalahan Newcastle dari Liverpool dan Arsenal semakin mempermudah jalan United menuju puncak klasemen.
Pelajaran untuk Arsenal: Tidak ada yang tidak mungkin selama masih ada pertandingan tersisa.
Manchester City (2011/12) – Selisih 8 Poin dalam 6 Laga
Musim ini mungkin menjadi salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah Premier League. Manchester City tertinggal 8 poin dari Manchester United dengan hanya enam laga yang tersisa.
Banyak yang mengira gelar sudah pasti milik United, tetapi City memenangkan semua sisa pertandingan mereka, termasuk kemenangan epik 3-2 atas QPR di pekan terakhir melalui gol Sergio Aguero di detik-detik akhir.
City akhirnya menjadi juara dengan selisih gol yang lebih baik daripada United, dalam salah satu akhir musim paling ikonik dalam sejarah sepak bola Inggris.
Pelajaran untuk Arsenal: Selama masih ada peluang secara matematis, perjuangan harus tetap dilanjutkan.
Arsenal (1997/98) – Selisih 11 Poin
The Gunners sendiri pernah melakukan comeback luar biasa di musim 1997/98. Saat itu, Arsenal tertinggal 11 poin dari Manchester United pada bulan Januari.
Namun, tim asuhan Arsène Wenger berhasil memenangkan 10 pertandingan beruntun dan akhirnya merebut gelar juara dari tangan Setan Merah.
Pelajaran untuk Arsenal: Tim ini pernah melakukan keajaiban sebelumnya, jadi mengapa tidak mengulanginya?
Leicester City (2015/16) – Selisih 5 Poin dalam 9 Laga
Meskipun tidak sebesar selisih poin lainnya, Leicester City membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi tekanan besar untuk menjadi juara.
Di awal Maret 2016, mereka hanya unggul 5 poin dari Tottenham, tetapi dengan ketenangan dan strategi yang tepat, The Foxes berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir musim.
Pelajaran untuk Arsenal: Terkadang, bertahan dalam tekanan lebih sulit daripada mengejar.