Ronaldo Absen Lagi ke Iran karena Masih ‘Buron’?

Cristiano Ronaldo kembali menarik perhatian setelah dilaporkan

tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan Al Nassr melawan tim Iran, Persepolis, dalam lanjutan Liga Champions Asia. Berita ini memicu spekulasi bahwa ketidakhadiran Ronaldo berkaitan dengan permasalahan hukum di Iran. Sebelumnya, terdapat laporan yang menyebutkan bahwa bintang asal Portugal tersebut masih berstatus “buron” di Iran akibat insiden kontroversial saat kunjungannya tahun lalu. Apakah benar Ronaldo menghindari Iran karena urusan hukum?

Latar Belakang Kasus Ronaldo di Iran

Pada September 2023, Ronaldo mengunjungi Iran bersama Al Nassr untuk pertandingan grup Liga Champions Asia melawan Persepolis. Dalam kunjungan tersebut, ia sempat bertemu dengan seorang penggemar wanita penyandang disabilitas yang merupakan pelukis terkenal di Iran. Dalam kesempatan itu, Ronaldo terlihat memberikan pelukan kepada wanita tersebut sebagai ungkapan apresiasi atas karyanya.

Namun, tindakan ini menimbulkan kontroversi di Iran. Beberapa

pihak mengklaim bahwa gestur tersebut melanggar hukum moral di negara tersebut, yang melarang kontak fisik antara pria dan wanita yang bukan muhrim. Bahkan, muncul laporan yang menyatakan bahwa Ronaldo dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 99 kali jika kembali ke Iran. Meskipun berita ini belum pernah dikonfirmasi oleh otoritas Iran, spekulasi terus berkembang.

Alasan Ronaldo Absen dari Laga di Iran

Ketidakhadiran Ronaldo dalam pertandingan tandang Al Nassr ke Iran semakin memperkuat dugaan bahwa ia masih menghindari negara tersebut. Namun, pihak klub Al Nassr belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan ketidakhadiran Ronaldo. Ada beberapa kemungkinan sebab yang bisa menjadi alasan di baliknya:

Masalah Hukum di Iran

Jika benar Ronaldo masih memiliki status hukum yang belum terselesaikan di Iran, wajar jika ia memilih untuk tidak mengambil risiko. Meskipun klubnya mungkin dapat menjamin keselamatannya, ketidakpastian mengenai hukum di negara tersebut bisa menjadi faktor utama dalam keputusannya.

Cedera atau Kondisi Fisik

Alasan lain yang wajar adalah kondisi fisik Ronaldo. Pemain berusia 39 tahun itu telah menjalani jadwal pertandingan yang padat bersama Al Nassr. Jika ia mengalami cedera ringan atau membutuhkan istirahat, pelatih bisa saja memutuskan untuk tidak membawanya ke Iran demi menjaga kebugarannya untuk pertandingan-pertandingan penting lainnya.

Keputusan Klub atau AFC

Ada kemungkinan bahwa Al Nassr atau Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil langkah pencegahan untuk menghindari potensi masalah yang bisa timbul jika Ronaldo kembali ke Iran. Dengan statusnya sebagai pemain bintang, keselamatan dan kenyamanan Ronaldo tentunya menjadi prioritas.

Respons dari Publik dan Media

Ketidakhadiran Ronaldo dari pertandingan di Iran pasti memicu reaksi beragam dari publik dan media. Pendukung Al Nassr kecewa karena tidak dapat melihat sang bintang bermain, sementara penggemar Persepolis di Iran merasa kehilangan kesempatan untuk menyaksikan pemain legendaris secara langsung.

Di media sosial, banyak yang berspekulasi bahwa Ronaldo

memang sengaja menghindari Iran karena takut akan kemungkinan masalah hukum yang belum terselesaikan. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa alasan ketidakhadirannya lebih kepada sifat teknis, seperti cedera atau kebijakan rotasi pemain oleh pelatih Al Nassr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *